Sabtu, 10 September 2011 08.18
Mengenal Syaikh IZZUDIN AL QASSAM
Syaikh Izzudin pendiri pertama organisasi militer (jihad) untuk membebaskan Palestina dan Al-Quds. Namanya mencuat dan tercatat dalam sejarah, karena dialah orang yang pertama kali secara gerakan militer, berhasil melakukan perlawanan terhadap Yahudi. izzudin melandaskan gerakannya atas mabda dan manhaj yang diajarkan oleh Rosulullah SAW.
Gerakan militer yang pernah di pimpin Izzudin itu, menjadi pilar gerakan perlawanan (Jihad) di Palestina, lalu munculah gerakan baru Intifadhah (1987) yang hingga kini masih eksis dalam perjuangannya membebaskan Palestina dari penjajahan Israel.
Asy-syahid lahir tahun 1871, di desa Hableh, wilayah Lagezhieh. ayahnya, seorang tokoh terkemuka di kampung itu, dan berhasil memobilisasi rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap Inggris. Ayahnya juga ulama besar, yang banyak menulis buku-buku Islam.
Izzudin, dimasa mudanya menghabiskan waktunya untuk belajar di Al-Azhar Univercity, Cairo. Di universitas ini, awal perjumpaannya dengan ulama terkemuka, Syaikh Muhammad Abduh. Ilmu yang didapat dari Syaikh Muhammad Abduh dan Syaikh Jamaluddin Al Asadabadi itulah..Izzudin memulai melakukan gerakan da'wah yang sekaligus mendirikan gerakan militer.
Inggris dan Perancis telah lama menjejakkan pengaruhnya di Palestina dan Timur Tengah. Hal ini membangkitkan kesadaran Izzudin. Sekembalinya dari Cairo, ia mendirikan gerakan militer di Palestina. Tak ada pilihan lain, dalam menghadapi kaum penjajah Barat, kecuali dengan kekuatan militer.
Ia dipilih menjadi Imam Masjid Sultan Ibrahim ibn Adham di Lagezieh. mengajar agama dan menyadarkan kaum muslimin akan keberadaan mereka yang masih dalam bayang-bayang Barat. menumbuhkan kesadarn masyarakat dalm As-Siyasi (politik ). Tanpa itu, tak mungkin, rakyat mau mengerti keadaan mereka yang terjajah.
Ia- melalui khotbah dan tabligh2 yang diselenggarakan terus menerus memberikan gambaran tentang "conspirasi" (persengkongkolan), diantara para penjajah terhadap kaum muslimin. memang, proses ini memakan waktu lama. tidak mudah menyadarkan masyarakat yang lemah.
Beberapa tahun lamanya, ia berda'wah, hanya memperoleh pengikut puluhan orang, khususnya di kalangan mahasiswa. Orang2 muda terdidik itu, begitu semangat menerima gagasan Izzudin.
Semakin hari, gerakan militer yang di pimpin Izzudin bertambah populer dikalangan militer Perancis, yang mulai merasa akan ada perlawanan di kalangan rakyat Palestina.
Syaikh Izzudin Al-Qassam menulis surat kepada pemimpin militer Perancis, antara lain :
"Jawaban saya sama dengan jawaban Allah Ta'ala kepada anda, dan dalm Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman : ' Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap orang-orang zalim." Tunggulah peluru panas, yang akan kami hadiahkan kepadamu, wahai kaum penjajah dan kafir." seru Izzudin.
menerima surat dari Izzudin- penguasa militer Perancis berang. Mereka melakukan sidang darurat untuk membalas surat Izzudin. Hasil keputusan dari pemimpin militer Perancis adalah HUKUMAN MATI.
Perancis menyerukan untuk menangkap Izzudin hidup atau mati. Seruan itu disertai hadiah menarik berupa uang 10.000 France. Namun, usaha penangkapan terhadap Izzudin tak berhasil. Karena masyarakat di wilayah itu melindungi pemimpinnya.
Menghadapi kejaran Perancis itu, Izzudin hijrah ke Haifa, membangun jaringan baru. tahun 1922 merupakan tahun2 sulit baginya di Haifa, karena itu baru memulai kembali gagasan revolusioner di kalangan rakyat. Izzudin terus meng-organisir, mengontrol, serta memobiliisir seluruh pemuda khususnya kelompok militer, sampai kemudian ia mendirikan organisasi "association of moslem youths" (Persatuan Pemuda Muslim).
Organisasi inilah yang memobilisasi gerakan perlawanan, meskipun memperoleh tekanan yang keras dari pihak musuh.
Dari Haifa ia memperoleh kemajuan yang pesat. Banyak kaum muslimin yang mulai sadar akan kondisi mereka yang terjajah bangsa asing.
Tahun 1930-1940, penjajah dan Zionis mulai mencaplok tanah Palestina. sejak itu, orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia berbondong2 menuju tanah Palestina 'yang dijanjikan. sampai posisi orang2 Palestina dan bangsa Arab terdesak, dan keluar dari tanah tempat kelahiran mereka.
Di bulan Nopember 1935, awal sejarah pergolakan militer. Syaikh Izzudin memimpin langsung serangan terhadap kaum Yahudi. Pertempuran berdarah terjadi antara kekuatan kaum muslimin melawan orang2 yahudi dan Inggris di Gunung Ya'cob. Banyak korban di kedua belah pihak. letak gunung Ya'cob itu di pinggir pantai Haifa, sehingga pemandangan laut lepas kelihatan kapal2 perang Inggris yang berlalu lalang.
Di malam buta, Izzudin memimpin kelompknya, yang terdiri beberapa puluhan pemuda untuk melakukan serangan ke pusat tentara Inggris, yang terletak di tepi pantai itu. serangan itu berhasil, dan membunuh beberapa puluhan serdadu Inggris. peristiwa itu membuat gusar para pemimpin militer Inggris, dan mereka melakukan balasan secara brutal, maka pusat organisasi Izzudin hancur, dan meninggalkan sejumlah korban.
Izzudin nelakukan serangan balasan. perang itu tercatat sebagai perang paling berdarah, dan banyak diantara anggota2 dari syaikh Izzudin yang syahid.
Sekali lagi, syaikh Izzudin melakukan pukulan ke pusat militer Inggris, dan memberikan pukulan telak terhadap mereka.
Dalam kesempatan itu, Izzudin menegaskan :
'kami tak pernah menyerah. Seluruh sisa umur dan hidup saya hanya untuk jihad di jalan Allah"
Lalu, Izzudin dengan nada tinggi berteriak " Wahai saudaraku, kita semua akan menemukan hidup yang sempurna, yaitu mati Syahid. tujuan kami, menghancurkan jantung kaum Zionis dan inggris yang sekarangmenjarah negeri Palestina. kami akan terus mengumandangkan takbir ALLAAHU AKBAR sampai tanah suci Palestina merdeka dari para penjajah."
Tahun 1936, sesuai dengan cita2nya itu Syaikh Izzudin Al-Qassam dan pengikutnya kemudian syahid di tangan tentara Inggris dan Yahudi pada pertempuran berikutnya.

Label: Umum