Sabtu, 15 Desember 2012 02.07
Kemungkinan anak membawa penyakit Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya
kekurangan faktor pembekuan darah. Hemofilia A timbul jika ada kelainan
pada gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (FVII).
Sedangkan, hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (FIX).
Hemofilia A dan B tidak dapat dibedakan karena mempunyai tampilan klinis
yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa. Penyakit ini bukan
penyakit menular, tapi bersifat seumur hidup atau sulit disembuhkan.
Kelainan fisik tergantung dari perdarahan yang sedang terjadi yang dapat
berupa hematom di kepala atau extrinitis. dan juga sering dijumpai
hemartrasi. Tentu didaerah hematom akan ada perasaan nyeri. Jarang
terjadi gangren. Perdarahan interstial akan menyebabk atrofi otot,
pergerakan akan terganggu, dan kadang-kadang menyebabkan neuritis
perifer.
Ada dua jenis Hemofilia:
- Tipe A atau hemofilia klasik, terjadi akibat kekurangan faktor VIII pembekuan darah
- Tipe B terjadi akibat kekurangan faktor IX. Faktor-faktor ini
merupakan protein dalam darah yang menyebabkan masalah dalam proses
pembekuan darah.
Hemofilia bisa dibilang terjadi akibat adanya mutasi pada gen yang
menghasilkan Faktor VIII dan IX. Dan, mutasi gen ini terjadi pada
kromosom X.
Pria hemofilia menikah dengan wanita sehat
Ingat prinsip dasar keturunan. Wanita memiliki sepasang kromosom seks X
dan X. Sementara pria memiliki kromosom X dan Y. Dalam pembuahan, jika
pria menyumbangkan kromosom X, keturunan yang terjadi adalah anak
perempuan. Jika pria menyumbangkan kromosom Y, maka keturunan yang
terjadi adalah anak laki-laki.
Artinya, semua anak perempuan akan menjadi pembawa sifat hemofilia
(carrier), karena mewarisi kromosom X sang ayah yang membawa sifat
hemofilia. Dan semua anak laki-laki tidak akan terkena hemofilia, karena
mewarisi kromosom Y dari sang ayah.
Wanita hemofilia menikah dengan pria sehat
Jika mereka mendapatkan anak laki-laki, anak tersebut memiliki
kemungkinan terkena hemofilia sebesar 50 persen. Ini tergantung dari
mana kromosom X pada anak laki-laki itu didapat.
Jika anak laki-laki itu mewarisi kromoson X normal dari sang ibu, maka
ia tidak akan memiliki sifat hemofilia. Tapi, jika ia mewarisi kromosom X
pembawa gen hemofilia dari ibu, maka ia akan membawa sifat hemofilia.
Ketika mereka memiliki anak perempuan, kemungkinan anak membawa sifat
hemofilia juga 50 persen. Anak akan normal jika mewarisi kromosom X
normal dari sang ibu. Sebaliknya, ia bisa membawa sifat hemofilia jika
mewarisi kromosom X yang memiliki sifat hemofilia dari sang ibu.
Meski mayoritas terjadi akibat faktor genetik, ada kasus di mana seorang
anak terlahir hemofilia dari orangtua dan keluarga sehat. "Ini
memungkinkan ketika terjadi mutasi genetik pada tubuh janin," kata Ketua
Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia, Prof. Dr. Djajadiman Gatot,
SpA(K), dalam diskusi menyambut hari hemofilia sedunia 17 April.
Penyakit Hemofili dapat diobati dengan mengkonsumsi jelly gamat Luxor, karena :
1. Jelly gamat Luxor mengandung asam lemak EPA dan DHA yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
2. Jelly gamat Luxor kaya akan kolagen ( 80% ), yang berperan pada proses pembekuan darah.
3. Jelly gamat Luxor mengandung "cell growth factor" (faktor penumbuh
sel) yang akan mempercepat terbentuknya jaringan baru pada kulit yang
tergores, tersayat, terbakar.
Label: Info, Kesehatan, Penyakit, Tips, Umum